Kamis, 29 Desember 2011

Seroja

seroja... seroja yang cantik
masih ingatkah kamu pada hujan tempo hari?
juga bianglala tak lama setelahnya?
bianglala yang berpendar jelas -dimatamu-
yang tetap kupandang juga meski kau terpejam
ada rindu kini -pada bianglala di matamu- yang kian redup
sebab hujan sendiri yang mengoyak dengan jarum-jarumnya
memejamkan matamu
-meruntuhkan kenangku- juga...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar